SELAMAT DATANG DI BLOG IMM KOMISARIAT FH UMJ

Selasa, 07 April 2015

MENAGIH KIPRAH KADER IMM

Oleh : IMMawan Mustamir

“Kondisi Kader hari ini adalah gambaran Ikatan ini dimasa depan”. Kalimat pembuka ini penting untuk kita renungkan, sebab mau jadi apa kelak Ikatan ini dimasa depan harus dirumuskan dari sekarang dan harus konsisten untuk mewujudkannya. Karena cita-cita Ikatan ini dan harapan kita semua tidak cukup hanya diucapkan atau dipendam dalam pikiran tetapi harus diselaraskan dengan berbagai tindakan yang biasa menghantarkan kita meraih cita-cita itu. Rutinitas apa yang kita lakukan saat ini akan memberikan gambaran besar akan rutinitas Persyarikatan ini umumnya dan Ikatan ini khususnya dimasa depan. Berada dalam lingkaran kebaikan seperti yang diamanahkan oleh pendiri Persyerikatan ini atau justru keluar dari lingkaran itu. Semua akan menjadi potret realitas yang tidak bisa dianggap remeh. Dipundak kitalah terletak suatu tanggung jawab besar yaitu menjalankan amanah yang diberikan kepada kita selaku Kader muda Muhammadiyah serta mewujudkan cita-citanya.
       Ikatan ini butuh Kader yang tidak cuma pandai beretorika, tidak hanya pandai mengkritik tetapi Kader yang mempunyai loyalitas tinggi terhadap Ikatan. Kader yang tidak hanya “Sami’na Wa’atho’na, tetapi Kader yang Sami’na, Wa Analisina, Wa Kritisina, Wa Solusina”. ( Kader yang bisa mendengar, menganalisis, kritis, dan memberikan solusi ) terhadap semua aspek permasalahan baik itu pada level lingkungan sekitar, atau Nasional, bahkan jauh lebih baik bila mampu untuk tetap respek terhadap permasalahan dunia. Persyariakatan ini merindukan para Kader-Kadernya yang menyalakan lilin ditengah kegelapan sehingga cahayanya akan mengurangi kegelapan itu. Terlebih lagi bila banyak Kader yang mampu menyalakan lilin dan tidak parsial. Maka semua cahaya yang dihasilkan akan berpadu tanpa sekat.kegelapanpun terbirit-birit menjauh dari cahaya bersinar itu.putuskanlah dari sekarang juga bahwa kitalah yang akan menyalakan lilin itu wahai IMMawan dan IMMawati…
Kita harus malu dengan para pendiri persyerikatan ini,mereka yang berjuang untuk mencerahkan ummat dari tahayyul,bid’ah,dan khurofat yang bukan hanya kolonialisme yang menghadang pergerakan-pergerakan mereka tapi juga ummat islam pada saat itu yang tidak berkenan adanya persyerikatan ini.mereka berjuang dengan keringat,air mata,darah bahkan nyawa hingga pantaslah gelar syahid disematkan kepada mereka. (Allahhummaghfirlahum warhamhum w’afihi wa’fu’anhum) amiinn ya rabb
Sekarang kita selaku kader muda muhammadiyah mengemban amanah untuk menjaga hasil perjuangan mereka dan meneruskannya .janganlah kita berlengang kangkung walau banyak materi yang menemani hidup kita.jadikan apapun yang kita miliki hari ini sebagai sarana penunjang untuk menghantarkan kita masuk dan berperan dalam barisan yang memiliki visi untuk meneruskan perjuangan persyerikatan ini.siapa lagi yang akan mewujudkan visi persyerikatan yang begitu besar ini bila bukan kita sebagai kader muda muhammadiyah. Lantas apa yang sudah kita persiapkan dan lakukan untuk bisa mendorong persyerikatan ini dalam mewujudkan visi itu? mungkinkah kita hanya akan menjadi penonton yang hanya duduk manis mengamati situasi yang ada? Berselancar didepan laptop dan smartphone dalam dunia maya,tanpa melakukan aktivitas yang berharga untuk ikatan ini? Saya katakan ini adalah pilihan yang begitu kerdil dan melukai hati para kader yang aktif berjuang untuk pergerakan ikatan ini. Mari kita tanamkan dalam sanubari kita bahwa kesadaran untuk menjaga dan meneruskan perjuangan-perjuangan persyerikatan ini ialah tugas mulia yang harus kita lakukan,seperti apapun kondisi yang harus kita jalani baik ketika lapang maupun sempit. Pastikan aktivitas- aktivitas kita selalu berorientasi untuk kemaslahatan ummat bangsa dan Negara walau hanya dalam bentuk butiran butiran kecil namun saling mengikat satu sama lain sehingga nanti akan terangkai menjadi sebuah bongkahan besar bahkan menggunung dan sulit untuk diruntuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar