SELAMAT DATANG DI BLOG IMM KOMISARIAT FH UMJ

Selasa, 07 April 2015

KITA HARUS MELEK POLITIK

  Oleh : IMMawan Mustamir
Sebagian diantara kita,mungkin pernah berpandangan bahwa politik selalu identik dengan hal-hal yang negatif,walaupun substansinya tidak demikian.pandangan seperti ini muncul akibat dari oknum oknum tertentu yang mengimplimentasikan  politik dengan cara-cara yang menyimpang,padahal  hakikat sebenarnya dari politik itu adalah murni untuk memperjuangkan nilai-nilai dalam kehidupan.alasan kenapa saya mengangkat tema”kita harus melek politik”faktor utama yang mendasari ialah semakin miskinnya kiprah pemuda-pemuda islam untuk masuk kedalam ranah politik baik itu didaerah maupun nasional.hal ini berpengaruh terhadap instabilitas negara.mayoritas kita selaku pemuda saat ini tidak begitu peduli akan pentingnya berpolitik demi untuk menjaga kestabilan negara.ada yang peduli,tapi itu hanya minoritas.
Awal mulanya saya juga enggan untuk mengamati dan berbicara terkait perpolitikan baik itu ditingkat universitas,daerah maupun nasional.apalagi wajah politik saat ini dicederai dengan praktek-praktek yang licik,penuh intrik,berlindung dibalik topeng agama,dengki,koruptif,dan cenderung memementingkan diri sendiri dan kelompok saja,pada kondisi ini kita harus siap dikatakan sebagai orang yang sok tahu,sok berjuang,sok suci mungkin. dan sok lainnya.walaupun kita sadar bahwa kita bukanlah orang hebat,tapi kita harus yakin bila tetap konsisten berada dalam lingkaran kebenaran ini maka semua yang kita lakukan akan seperti snowball.ia akan terus merekat dan merekat dengan perjuangan-perjuangan yang dilakukan oleh orang hebat dinusantara ini.Namun akhirnya,saya menyadari bila kita tidak memutuskan untuk terjun didalamnya maka hal itu akan mengertikan bahwa kita tidak memiliki identitas dalam menjalani kehidupan ini,kalo boleh mengutif kata bijak dari william shakeaspar beliau menuturkan”all the world’a stage,and all the man women merelly players”yaitu dunia ini tak ubahnya suatu permainan,kita tidak boleh hanya Cuma menjadi penonton tapi harus menjadi pemain.identitas yang saya maksud adalah masuk kedalam barisan kebenaran yang benar-benar sesui dengan konsep agama dan persyerikatan ini yaitu amal ma’ruf dan nahi munkar.apapun nama gerakannya yang jelas poros pergerakannya adalah tegas terhadap kedua hal tersebut.janganlah kita ilfil terhadap mereka yang memiliki gerakan-gerakan politik dengan ideologi beda antara yang satu dengan yang lainnya,sosialis,nasionalis,atau komunis sekalipun,asalkan yang diperjuangkan itu adalah kebenaran dan yang dilawan adalah kemungkaran,maka saya katakan kita harus mendukung dan menjadi sinergi mereka.tapi apabila keluar dari itu semua maka gempurlah dengan kemampuan kita karna itu adalah komitmen yang tidak boleh dijual dengan siapapun,apalagi hanya dengan materi.oleh karena itu masuklah kedalam ranah politik.walaupun,saat ini kita bukanlah orang yang diperhitungkan dalam dalam kancah pemikiran,dan juga gerakan,tapi kita harus tetap menyuarakan segala hal yang berkaitan dengan ketidakadilan dan kebobrokan para elite pemerintah yang menyebabkan kemiskinan mendera rakyat yang hidup di negeri ini.kita tidak boleh ikhlas dengan kondisi yang dialami oleh rakyat indonesia saat ini ,kita harus bangkit sebagai agen of change, penyambung lidah rakyat dan mengontrol apapun kebijakan-kebijakan pemerintah dan kita harus menyuarakan itu semua,baik itu dengan tulisan ,gerakan atau demontrasi sekalipun dan dengan cara apapun selagi tidak bertentangan dengan undang-undang.Yang saya maksud dari masuk kedalam ranah politik bukanlah berarti masuk dalam struktural partai politik tertentu atau duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat .Melainkan kita sebagai pemuda  dituntut aktif untuk menyuarakan berbagai sumber dari segala permasalahan bangsa ini seperti korupsi,birokrasi,penegakan hukum,ekonomi dan moral.dan juga aktif berperan untuk mengusulkan solusi dari segala permasalahan itu semua.Billahi fi sabililhaq fastabiqulkhairat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar