SELAMAT DATANG DI BLOG IMM KOMISARIAT FH UMJ

Rabu, 29 April 2015

Makna dan Faedah Hadist dalam shalat

Makna dan Faedah Hadist dalam shalat :
1. Para ulama menamakan hadist yang mulia ini dengan “ hadist musi fi shalatihi “ ( hadist tentang orang yang lalai dalam shalatnya ) sehingga Rasulullah ajarkan tata cara shalat yag benar
2. Beberapa amalan-amalan yang disebutkan dalam hadist diatas adalah rukun – rukun dalam shalat yang tidak bisa gugur karena sebab lupa atau bodoh yaitu :
a) Takbiratul ihram pada rakaat pertama
b) Membaca Al Fatihah pada tiap rakaa
c) Ruku dengan I’tidak (setiap sendi menempati posisinya ) dan tumakninan ( tenang )
d) Sujud dengan I’tidak (setiap sendi menempati posisinya) dan tumakninan ( tenang )
e) Tukmaninah pada setiap gerakan ini demikian juga ketika bangkit dar sujud
3. Mengulang tiap-tiap gerakan diatas disetiap rakaatnya selain takbiratul ihram ( hanya pada awal shalat saja )

Rabu, 08 April 2015

Education For Poor Children By IMM Komisariat FH

Indonesia berkemajuan merupakan aktualisasi dari cita-cita proklamasi dan tujuan pembentukan pemerintahan negara Republik Indonesia. Sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945, Cita-cita proklamasi adalah terbentuknya negara Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Sedangkan tujuan dibentuknya pemerintahan Indonesia adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. 
Saat ini, sejak didengungkannya proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945, cita-cita itu tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa yang kemudian merdampak pada makin maraknya arus ketidakperayaan masyarakat terhadap penguasa, mulai dari semakin menggeliatnya semangat kaum buruh untuk melancarkan aksi demonstrasi sampai dengan mahasiswa yang peduli terhadap kondisi bangsa semakin "gatal" untuk menghantam kedudukan jokowi dari singgasananya. tidak terkecuali Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Fakultas Hukum UMJ, mereka turut menunjukan sikap kepeduliannya terhadap bangsa Indonesia dengan cara yang sangat berbeda dengan mahasiswa pada umumnya. disaat mahasiswa yang lain memilih cara aksi turun ke jalan dengan meneriakan aspirasi rakyat, namun Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah lebih memilih untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi melalui program Education For Poor Children. mereka mengajar anak-anak jalanan, Yatim Piatu yang bersekolah di Sekolah Merah Putih.




Selasa, 07 April 2015

KITA HARUS MELEK POLITIK

  Oleh : IMMawan Mustamir
Sebagian diantara kita,mungkin pernah berpandangan bahwa politik selalu identik dengan hal-hal yang negatif,walaupun substansinya tidak demikian.pandangan seperti ini muncul akibat dari oknum oknum tertentu yang mengimplimentasikan  politik dengan cara-cara yang menyimpang,padahal  hakikat sebenarnya dari politik itu adalah murni untuk memperjuangkan nilai-nilai dalam kehidupan.alasan kenapa saya mengangkat tema”kita harus melek politik”faktor utama yang mendasari ialah semakin miskinnya kiprah pemuda-pemuda islam untuk masuk kedalam ranah politik baik itu didaerah maupun nasional.hal ini berpengaruh terhadap instabilitas negara.mayoritas kita selaku pemuda saat ini tidak begitu peduli akan pentingnya berpolitik demi untuk menjaga kestabilan negara.ada yang peduli,tapi itu hanya minoritas.

MENAGIH KIPRAH KADER IMM

Oleh : IMMawan Mustamir

“Kondisi Kader hari ini adalah gambaran Ikatan ini dimasa depan”. Kalimat pembuka ini penting untuk kita renungkan, sebab mau jadi apa kelak Ikatan ini dimasa depan harus dirumuskan dari sekarang dan harus konsisten untuk mewujudkannya. Karena cita-cita Ikatan ini dan harapan kita semua tidak cukup hanya diucapkan atau dipendam dalam pikiran tetapi harus diselaraskan dengan berbagai tindakan yang biasa menghantarkan kita meraih cita-cita itu. Rutinitas apa yang kita lakukan saat ini akan memberikan gambaran besar akan rutinitas Persyarikatan ini umumnya dan Ikatan ini khususnya dimasa depan. Berada dalam lingkaran kebaikan seperti yang diamanahkan oleh pendiri Persyerikatan ini atau justru keluar dari lingkaran itu. Semua akan menjadi potret realitas yang tidak bisa dianggap remeh. Dipundak kitalah terletak suatu tanggung jawab besar yaitu menjalankan amanah yang diberikan kepada kita selaku Kader muda Muhammadiyah serta mewujudkan cita-citanya.
       Ikatan ini butuh Kader yang tidak cuma pandai beretorika, tidak hanya pandai mengkritik tetapi Kader yang mempunyai loyalitas tinggi terhadap Ikatan. Kader yang tidak hanya “Sami’na Wa’atho’na, tetapi Kader yang Sami’na, Wa Analisina, Wa Kritisina, Wa Solusina”. ( Kader yang bisa mendengar, menganalisis, kritis, dan memberikan solusi ) terhadap semua aspek permasalahan baik itu pada level lingkungan sekitar, atau Nasional, bahkan jauh lebih baik bila mampu untuk tetap respek terhadap permasalahan dunia. Persyariakatan ini merindukan para Kader-Kadernya yang menyalakan lilin ditengah kegelapan sehingga cahayanya akan mengurangi kegelapan itu. Terlebih lagi bila banyak Kader yang mampu menyalakan lilin dan tidak parsial. Maka semua cahaya yang dihasilkan akan berpadu tanpa sekat.kegelapanpun terbirit-birit menjauh dari cahaya bersinar itu.putuskanlah dari sekarang juga bahwa kitalah yang akan menyalakan lilin itu wahai IMMawan dan IMMawati…